Tanya Jawab Hukum Islam:Tata Cara Shalat Istikharah Yang Benar

Pertanyaan

Assalamu’alaikum wr.wb.

Yang terhormat Ustad Navis. Saat ini saya sedang bimbang untuk menentukan dua pilihan yang menentukan masa depan saya. Yakni, memilih salahsatu bidang pekerjaan yang akan saya tekuni dan kerjakan.

Dari beberapa saran dan nasehat, saya disuruh untuk melakukan shalat istikharah agar Allah memberikan pilihan yang terbaik bagi saya.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Bagaimana cara melaksanakan shalat istikharah yang benar dan sesuai syariat?
  2. Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan shalat istikharah?
  3. Doa apa saja yang harus saya lafalkan dalam shalat istikharah?
  4. Amalan apa saja yang harus saya lakukan sebagai penunjang shalat istikharah?

Demikian pertanyaan yang saya ajukan, atas perhatian dan jawaban ustad Navis, saya mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.

Budi, Sidoarjo

Jawaban

Wa’alaikumsalam wr.wb.

Pak Budi yang saya hormati. Sebagai hamba Allah, setiap punya rencana hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk menggapai yang diharapkan. Dan kalau ada pilihan yang harus ditentukan, maka dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah setelah musyawarah dan mempertimbangkan secara rasional.

Pak Budi, kata istikharah dari bahasa Arab yang secara etimologis (lughawi) artinya meminta pilihan pada sesuatu. Dalam istilah ulama fiqih, istikharah adalah berusaha memilih yang terbaik salahsatu diantara dua hal.

Pak Budi, hukumnya shalat istikharah adalah sunnah;

1.Berdasarkan Hadits riwayat Bukhari; Artinya, “Ya Allah aku beristikharah (meminta pilihan) dengan ilmu-Mu. aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon keutamaan-Mu.”

2. Hadits Bukhari dari Jabir; Artinya, “Rasulullah mengajarkan kami beristikharah dalam seluruh perkara sebagaimana beliau mengajar kami surat Al-Qur’an. Beliau bersabda, “Apabila kalian bermaksud sesuatu, maka shalatlah dua raka’at sunnah kemudian berdoalah dengan cara shalat dan berdoa.”

Pak Budi, lalu tentang tata cara, waktu dan doanya adalah:

Tata Cara Shalat Istikharah

Syarat shalat istikharah sama dengan shalat yang lain yakni (a) pelaku harus dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar, (b) pakaian shalat harus suci, (c) tempat shalat harus suci. Jumlah raka’at dalam shalat istikharah adalah 2 raka’at.

Artinya, “Saya niat shalat sunnah istikharah dua raka’at karena Allah”.

Bacaan waktu shalat istikharah

  1. Raka’at pertama; membaca surat al-fatikhah dan surat al-kafirun.
  2. Raka’at kedua; membaca surat al-fatikhah dan surat al-ikhlas.

Doa shalat istikharah

Setelah selesai shalat, tiba waktunya berdoa. Tata cara berdoa yang ideal sebagai berikut;

  1. Membaca hamdalah dan shalawat Ibrahimiyyah. “Alhamdulillahirabbil ‘alamin, hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi mazidah ya rabbana lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhihal karimi wa’adzimi sulthonika.” Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa a’laa aali sayyidina Muhammadin. Kamaa shallaaita a’laa Ibraahiim wa a’laa aali sayyidina Ibraahiim. Wa barik a’laa sayyidina Muhammadin wa’ala a’ali sayyidina Muhammadin. Kamaa baarakta a’laa  sayyidina Ibraahiim wa’alaa aali sayyidina Ibraahiim. Fil ‘alamiina innaka hamiidun majiid”.
  2. Dilanjutkan dengan membaca doa khusus untuk istikharah dibawah berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari no. 6841; “Allahumma inni astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as’aluka min fadhlikal-‘azhiim fa innaka taq-diru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta’allamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra (sebutkan keperluan) khairul lii fil diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi wa in kunta ta’lamu anna haadzaa (sebutkan keperluan) syarrul lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii fashrifnii ‘anhu waqdir liyal-khaira haitsu kaana tusmma irdhii bih (sebutkan keperluan).
  3. Tutup doa diatas dengan bacaan shalawat Ibrahimiyya diatas, yaitu. “Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa a’laa aali sayyidina Muhammadin. Kamaa shallaaita a’laa Ibraahiim wa a’laa aali sayyidina Ibraahiim. Wa barik a’laa sayyidina Muhammadin wa’ala a’ali sayyidina Muhammadin. Kamaa baarakta a’laa  sayyidina Ibraahiim wa’alaa aali sayyidina Ibraahiim. Fil ‘alamiina innaka hamiidun majiid”. 

Dan juga Anda dapat berdoa dengan bahasa sendiri, baik bahasa Jawa, bahasa Madura atau bahasa Indonesia sesuai kemampuan dengan khusyuk.

Pak Budi, apa yang dilakukan setelah shalat istikharah? Setelah shalat istikharah dan doa rampung, hendaknya seseorang melakukan apa yang sesuai dengan kelapangan hatinya. Imam Nawawi mengatakan yang artinya, “Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi kelapangan hatinya.”

Pak Budi, semoga dengan ikhtiar dan istikharah, Anda mendapat pilihan yang baik untuk masa depan Anda. Amiin ya Rabbal alamiin.

Sumber: KH. Abdurrahman Navis, Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur, via Majalah Yatim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: